Alfabeto: 0-9 A B C D E F G H I J K L M N Ñ O P Q R S T U V W X Y Z
 

KATA-KATA MUTIARA

Aku tahu engkau tak begitu suka jika aku berbicara mengenai kemalasan dan kebiasaan menunda, karena hal itu tak mendamaikan hatimu.
Tapi, ijinkanlah aku bertanya,
Apakah mungkin harapanmu untuk menjadi orang yang damai, mapan, dan terhormat itu dapat kau capai dengan memanjakan kemalasan dan mendahulukan penundaan?
Sadarilah bahwa kehidupan ini diwakili oleh manusia, dan jika engkau tidak membangun kualitas yang bisa mereka hargai, mereka akan menghargaimu dengan murah.
Perhatikanlah orang tua yang hidupnya lemah dan membutuhkan banyak pertolongan …; apakah menurutmu mereka dulu pekerja keras yang jujur dan rajin?
Maka ikutlah dengan kami semua, yang berdoa sekhusuk mungkin, belajar serajin mungkin, bekerja segiat mungkin, dan berkeluarga setulus mungkin.
Sesungguhnya, yang kau upayakan hari ini adalah penentu kebaikan hidupmu.

Apakah Anda pernah melakukan sesuatu
yang sebetulnya penting,
tapi Anda kerjakan dengan tergesa-gesa
karena Anda tidak punya waktu,
atau karena ada hal lain yang lebih menyenangkan,
yang ternyata kemudian tidak baik hasilnya,
dan Anda harus mengulanginya lagi untuk memperbaikinya?
Maka ...,
Jika Anda mengerjakan sesuatu dengan tidak baik,
Anda harus memiliki waktu untuk melakukannya lagi nanti

Apakah Anda pernah melakukan sesuatu
yang sebetulnya penting,
tapi Anda kerjakan dengan tergesa-gesa
karena Anda tidak punya waktu,
atau karena ada hal lain yang lebih menyenangkan,
yang ternyata kemudian tidak baik hasilnya,
dan Anda harus mengulanginya lagi untuk memperbaikinya?
Maka ...,
Jika Anda mengerjakan sesuatu dengan tidak baik,
Anda harus memiliki waktu untuk melakukannya lagi nanti

Tuhan itu Maha Penyayang, itu sebabnya yang baik bagi kita akan diharuskan-Nya.
Meskipun Tuhan memberikan kita kebebasan untuk memilih, sesungguhnya Tuhan lebih berpihak kepada pilihan baik kita.
Itu sebabnya bagi kebaikan, disediakan hadiah kedamaian, kenikmatan, dan keindahan.
Itu sebabnya bagi keburukan, disediakan kegelisahan, perendahan derajat, ketakutan, dan penderitaan yang berkelanjutan.
Itu semua, diniatkan agar kita lebih memilih kebaikan daripada keburukan.
Dan sembahyangmu itu, adalah untuk kebaikanmu.
Lebih baik memaksa dirimu sembahyang, daripada mengeluh karena kekasaran orang lain, karena pengkhianatan, dan karena buruknya rezeki.
Jika engkau bisa melihat perlindungan yang dilingkupkan Tuhan kepada jiwa yang bersembahyang, engkau akan selalu bersembahyang - dalam kepatuhan jiwa dan kepatuhan raga.
Marilah kita belajar untuk patuh secara jiwa dan raga.
Tuhan Yang Maha Pelapang Hidup, perjelaslah berkah dari sembahyang bagi jiwa yang sedang ragu.

Yang berhasil itu bukan orang pandai,
tapi orang yang kelihatan pandai.
Itu sebabnya, orang yang sudah pandai
harus belajar tampil pandai.
Banyak orang yang secara akademis pandai,
menolak belajar tampil baik,
karena menurutnya kepandaian akademis
adalah segalanya,
dan orang akan otomatis tahu
bahwa dia orang pandai.
Ternyata tidak begitu.
Orang pandai yang tidak kelihatan pandai,
tidak akan terpakai.
Karena, bagi masyarakat - kesan itu
bahkan lebih kuat daripada kenyataan.

Kualitas yang terpenting bukan pada orang yang kau harapkan menjadi belahan jiwa,
tapi padamu yang akan jatuh cinta kepadanya.
Jika engkau tidak membeningkan hati,
menjernihkan pikiran,
dan tidak mengindahkan perilakumu;
engkau akan mudah jatuh cinta kepada pribadi yang akan mengecewakanmu.
Belahan jiwamu hanya seindah jiwamu.

Tidak ada strategi jangka panjang yang tepat,
tanpa keberhasilan jangka pendek.
Dan tidak ada impian yang patut dihormati,
tanpa kesediaan untuk menindak-lanjuti
rencana yang terdekat dengan segera.
Marilah kita menguatkan diri,
karena telah banyak sekali jiwa baik
yang sangat berbakat,
yang impian besarnya dihancurkan
oleh rasa malas yang paling kecil.
Tetaplah menjadi jiwa yang merajinkan diri.


Persahabatan Anda mendekati kesempurnaan jika keheningan bernilai lebih tinggi daripada yang Anda katakan,
dan maksud Anda berdua saling dimengerti tanpa membutuhkan pemberitahuan,
sehingga yang tersisa adalah senyum dan tawa ceria dalam mensukuri keindahan hidup.

Keberanian dan rasa takut adalah dua rahmat yang saling melengkapi.
Engkau tak akan tumbuh tanpa keberanian, dan engkau tak akan selamat tanpa rasa takut.
Maka, Beranikanlah dirimu, saat engkau merasa takut.
Tapi, belajarlah untuk merasa takut, saat engkau merasa berani.

Kedamaian hati Anda dan keyakinannya mengenai kebaikan masa depan, sangat ditentukan oleh apa yang menjadi fokus pikiran Anda.
Jika Anda berfokus pada yang tidak mungkin, Anda akan berkecil hati, banyak mengeluh, dan mencari-cari alasan untuk menjauhi pelajaran dan pekerjaan.
Jika Anda berfokus pada yang mungkin Anda capai melalui yang bisa Anda lakukan sekarang, hidup Anda akan sibuk, ceria, dan bergerak maju dalam pergaulan dan pekerjaan yang baik.


« Anterior
 

0 komentar:

¿Deje un comentario? / KATA-KATA MUTIARA